oleh

4 Hal Yang Membatalkan Puasa, Ingat Sepele Tapi Rawan

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Prof. Syamsul Anwar menyebutkan 4 hal yang membatalkan puasa termasuk makan dan minum, berhubungan suami-istri pada siang hari, serta muntah secara sengaja.

Selain itu, juga ada hal yang masih jadi perdebatan, yaitu bekam atau mengeluarkan darah kotor.

Menurut Syamsul Anwar, hal yang membatalkan puasa itu kemudian di abstraksikan oleh para ulama menjadi prinsip-prinsip umum untuk menentukan batal tidaknya puasa.

Misalnya dari larangan makan dan minum, kemudian di abstraksikan prinsip yaitu memasukkan segala sesuatu ke dalam perut manusia melalui rongga alami.

“Rongga alami itu mulut dan kerongkongan, termasuk hidung, telinga, termasuk juga dua rongga di bawah’,” ungkap Syamsul.

Jadi, segala sesuatu yang di masukkan ke dalam tubuh manusia melalui rongga alami ini akan membatalkan puasa.

Termasuk minum obat dan istinsyaq atau menghirup air dalam-dalam sampai ke pangkal hidung sehingga air masuk ke dalam hidung ketika berwudhlu, lalu air itu masuk ke kerongkongan dan ke perut.

“Akan tetapi kalau istinsyaq hanya memasukkan air ke hidung, lalu dikeluarkan itu tidak membatalkan puasa.

Termasuk juga ketika kita swab itu juga tidak membatalkan puasa, ”imbuhnya.

Termasuk juru masak atau ibu-ibu yang ketika mencicipi masakannya dengan lidah, kemudian di ludahkan lagi juga tidak membatalkan puasanya.

Tetapi merokok, yang menghisap sampai ke paruh-paruh itu membatalkan puasa.

Mengutip pendapat ulama, Prof Syamsul menerangkan, bahwa asap yang masuk ke tubuh itu termasuk materi atau zat.

Alasan lain adalah karena rokok itu dapat membangkitkan selera dan kenikmatan yang bertentangan dengan tujuan puasa.

Karena tujuan menahan selera dalam rangka pengendalian, untuk menciptakan manusia yang bertaqwa.

Pengendalian diri untuk menahan kenikmatan yang sementara, demi mencapai kemaslahatan yang lebih besar.

Kemudian dari larangan berhubungan pasangan-istri di di abstraksikan dengan mengeluarkan ‘udara’ dan menimbulkan rasa nikmat dengan cara sengaja.

Seperti melakukan onani bagi laki-laki dan masturbasi bagi perempuan.

Akan tetapi jika mimpi basah pada siang hari saat puasa itu tidak membatalkan puasa. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed