oleh

Langgar UU ITE, Virtual Police Tegur 329 Konten di Media Sosial

JakartaVirtual Police tegur sebanyak 329 konten di media sosial (medsos) karena mengandung ujaran kebencian berdasarkan SARA yang berpotensi melanggar Pasal 28 Undang-Undang ITE.

“Di himpun oleh Direktorat Siber Bareskrim Polri pada periode 23 Februari-12 April 2021 menunjukkan angka sebanyak 329 konten yang di ajukan untuk diberi peringatan virtual police,” kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, kepada wartawan, Jumat (16/4/2021).

Kombes Ramadhan menerangkan dari 329 konten itu, sebanyak 200 konten yang memenuhi unsur adanya ujaran kebencian berdasarkan SARA. Sedangkan, sebanyak 91 konten di nyatakan tidak memenuhi unsur dan 38 konten dalam proses verifikasi.

“Ada periode ini dari 329 konten yang di ajukan PVP di dominasi oleh platform Twitter sebanyak 195 konten dan Facebook 112 konten,” tuturnya.

Tujuan virtual police adalah bertugas memantau medsos agar ruang digital tetap terjaga. Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi menjelaskan mekanisme peringatan virtual.

Setiap hari, Dittipidsiber melakukan patroli siber di media sosial memantau konten-konten yang terindikasi mengandung hoax dan hasutan di berbagai platform media sosial seperti di Facebook, Twitter dan Instagram.

Jika ada akun media sosial yang mengunggah konten yang berpotensi tindak pidana, tim patroli siber akan mengirimkan peringatan melalui DM. (Yb)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.