oleh

Muhammadiyah Membawa Wajah Baru Bagi Pendidikan Islam Modern

Jakarta – Lahirnya organisasi Islam seperti Muhammadiyah menurut Profesor Antropologi Boston University, Robert Hefner berhasil membawa wajah baru bagi pendidikan Islam modern yang ideal tidak hanya di Indonesia. Namun juga di dunia muslim secara umum.

Ruang lingkup Pendidikan Muhammadiyah

Ruang lingkup Pendidikan Muhammadiyah, Sebelum Muhammadiyah lahir, sistem pendidikan di dunia muslim umumnya menggunakan sistem mulazamah (komunitas kecil). Lalu madrasah (lembaga sekolah) ataupun jami’ah (pendidikan tinggi).

Di Indonesia sendiri, wajah pendidikan Islam dalam arti madrasah menurut Hefner baru bermula pada akhir abad ke-18 dengan sistem pengajaran klasik melalui pendirian berbagai pondok pesantren tradisional.

Pendidikan pun seputar Al-Quran, Hadis, kitab hukum (ushul fiqh) dan ilmu pokok (ushuluddin) di dalam Islam. Sedangkan sumber-sumber pengajaran (kurikulum) hampir dipastikan berasal dari Timur Tengah.

Arti Pendidikan Muhammadiyah

“Dan kali ini baru setengah abad setelah perkembangan madrasah (tradisional), Muhammadiyah memberikan sumbangan yang paling krusial dalam kultur agamis. Perguruan tinggi Islami yang baru, yaitu madrasah dalam arti Muhammadiyah,” jelas Hefner dalam Pengajian Ramadan 1442 H, Jumat (16/4).

Muhammadiyah di anggap Hefner berhasil membawa wajah baru karena menyertakan kurikulum pelajaran yang tidak sebatas permasalahan agama dan hanya bersumber dari Timur Tengah. Namun Muhammadiyah turut menyertakan pendidikan sains dan sumber-sumber Barat yang saat itu lazimnya di anggap kafir atau menyimpang oleh kalangan tradisional.

Pakem pemahaman Muhammadiyah memadukan antara nash (dalil) dan waqi’ (konteks zaman) di anggap Hefner cukup berhasil menghadirkan wajah peradaban Islam yang maju dan positif.

Lahirnya berbagai amal usaha Muhammadiyah di berbagai bidang selain agama adalah contoh lain dari pandangan keagamaan Muhammadiyah memandang hukum dan realitas.

Atas kesesuaian pemahaman dan pengamalannya di berbagai bidang itu. Muhammadiyah di anggap Hefner berhasil menyelamatkan tradisi politik maupun tradisi sosial dari krisis yang beberapa kali terjadi di Indonesia.

“Ulama al nushus dan ulama al waqi’ masih terus di harapkan dan telah tercapai sejak lama oleh sumbangan Islam Indonesia. Dan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Akibat sumbangan itu tidak hanya umat Islam yang selamat atau diselamatkan, namun juga seluruh rakyat Indonesia,” terang Hefner. (*)

Sumber : Muhammadiyah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed