oleh

Muhammadiyah Terangkan Tata Cara Sholat Tarawih hingga Himbauan Patuhi Prokes

Yukbukber.com – Ibadah dalam bulan suci Ramadan memiliki dua jenis ibadah yang paling khas, yakni ibadah puasa dan ibadah sholat tarawih.

Untuk ibadah puasa, umat muslim memiliki kesatuan pendapat mengenai kaifiyah caranya.

Yakni menahan berbagai hal yang membatalkan puasa dari terbit hingga tenggelamnya fajar.

Hal yang membatalkan tersebut antara lain makan-minum, hubungan suami-istri di siang hari, muntah di sengaja, keluar mani di sengaja, haid, nifas, dan keluar dari suami-istri.

Sedangkan, ibadah shalat tarawih terdapat berbagai perbedaan cara (kaifiyah) di antara golongan umat Islam yang ada.

Lantas, bagaimana pelaksanaan ibadah tarawih menurut Muhammadiyah? Berikut penjelasannya.

Prinsip Sholat Tarawih

Agus Tri Sundani Wakil Ketua Lembaga Dakwah Khusus Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerangkan bahwa pada prinsipnya sholat tarawih sama dengan sholat malam sehingga umat muslim wajib berlapang dada dengan cara yang ada.

Imam mazhab seperti Imam Syafi’i, Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad bin Hambal misalnya melakukan salat tarawih dengan 20 rakaat dengan satu witir.

Sementara itu, Imam Malik melakukan 36 rakaat dengan di tutup sholat witir.

Menurut Agus, beberapa ulama atsar dan sahabat Nabi bahkan ada yang tidak membatasi jumlah rakaat sholat tarawih.

“Salat tarawih itu kan disebut sebagai sholat lail (sholat malam), atau kalau bangun tidur disebut sebagai sholat tahajud, kalau di laksanakan di bulan Ramadan disebut dengan tarawih karena ada jeda istirahatnya,” terang Agus.

Sementara itu, Muhammadiyah sendiri menurut Agus memilih mengikuti tata cara yang di lakukan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasalam yakni salat tarawih dengan dua macam pilihan caranya.

Sholat Tarawih 4-4-3

Jika menggunakan formasi 4-4-3 berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Ibunda ‘Aisyah radhiallahu’ anha yang berbunyi, “Nabi Shalallahu ‘alaihi wasalam tidak pernah melakukan sholat sunah pada Ramadan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat.

Beliau sholat empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana bagus dan indahnya.

Kemudian, beliau sholat lagi empat rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya.

Kemudian beliau shalat lagi tiga rakaat (witir). “Rakaat pertama dengan baca Surat Al-A’la, rakaat kedua Al-Kafirun, dan rakaat ketiga baca Al-Ikhlas.

Atau bisa tiga qul itu (Al Ikhlas, Al Falaq, An-Nas),”jelas Agus.

Sholat Tarawih 2-2-2-2-2-1

Sedangkan, jika memakai formasi 2-2-2-2-2 di tambah satu witir berdasarkan hadis riwayat Muslim dari sahabat Ibn Abbas yang berbunyi, “Aku berdiri di samping Rasulullah , Kemudian Rasulullah meletakkan tangan kanannya di kepalaku dan dipegangnya telinga kananku dan ditelitinya, lalu Rasulullah salat dua rakaat kemudian dua rakaat lagi, lalu dua rakaat lagi, dan kemudian dua rakaat, selanjutnya Rasulullah salat witir, kemudian Rasulullah tiduran menyamping sampai Bilal menyerukan azan.

Maka bangunlah Rasulullah dan salat dua rakaat singkat-singkatnya, kemudian pergi melaksanakan sholat subuh.

“Nah karena Muhammadiyah memperbandingkan hadis-hadis itu, maka pilihan yang di pilih oleh Tarjih Muhammadiyah adalah dua tadi.

Jadi warga Muhammadiyah bisa memilih salah satu dari dua tadi karena itu tanawu ‘ibadah.

Pilihan dalam ibadah,”ungkapnya.

Kapan Sholat Tarawih Dilaksanakan?

Prinsip Sholat Tarawih adalah sama dengan ibadah sholat malam, menurut Agus salat tarawih boleh di kerjakan di awal waktu setelah ibadah salat Isya ‘atau di tengah malam.

“Waktu sholat tarawih itu mulai bada Isya ‘sampai fajar.

Ada yang di kerjakan awal waktu yaitu bada Isya, boleh saja itu namanya sholat malam di kerjakan di malam hari.

Hukumnya boleh saja,”ulang Agus.

Tarawih Pandemi di Rumah atau di Masjid?

Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan panduan ibadah Ramadan di masa pandemi 1442 Hijriyah, salah satunya adalah himbauan sholat tarawih di rumah.

Namun Muhammadiyah juga membolehkan di adakannya sholat tarawih di masjid bagi daerah yang tidak memiliki kasus penularan Covid 19.

Dalam pelaksanaannya pun, sholat tarawih harus mengindahkan prokes covid 19 dengan enam syarat :

  • Shaf berjarak.
  • Memakai masker.
  • Jamaah masjid terbatas bagi warga setempat.
  • Anak-anak, lansia, dan orang sakit dengan riwayat Komorbid tidak disarankan datang ke masjid.
  • Membawa peralatan salat sendiri dan melakukan protokol kesehatan sebelum masuk masjid.
  • Dan memastikan masjid sesuai protokol kesehatan baik sebelum sesudah ibadah tarawih.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed